Home » Internet » Tutorial web » 50 Kesalahan Menulis Artikel Blog (Bagian 1)

50 Kesalahan Menulis Artikel Blog (Bagian 1)

Kesalahan dalam membuat atau menulis artikel untuk posting blog. Ada 50 kesalahan (wuih banyak). Kesalahan ini sering dilakukan oleh pemula (termasuk saya :) ) dalam membuat blog. Kalau melakukan banyak kesalahan ini, dijamin akan sepi pengunjung! Apa saja kesalahan umum yang sering dilakukan oleh penulis blog (blogger)?

Kesalahan yang berhubungan dengan design

  1. Menggunakan tampilan (themes) standar
    Membuat blog di wordpress.com maka theme menggunakan tampilan (themes) standar, yang berwarna biru. Jika tidak menggantinya, itu kesalahan yang parah banget. Blog akan berwarna biru & sederhana, tidak menarik untuk dilihat. Nah, mungkin sebagian orang sudah mengganti tampilannya dengan themes yang lain. Segera ganti header image biar blog jadi unik. Setidaknya untuk membedakan dengan blog lain.
  2. Gonta-ganti tampilan (themes)
    Terlalu sering mengganti themes juga tidak bagus, karena pengunjung akan mempunyai kesan bahwa blog belum jadi. Jadi sebaiknya konsisten dengan satu themes yang dianggap paling bagus.
  3. Tanpa Read More
    Sering sekali dijumpai blog yang postingannya ditampilkan utuh di halaman homepage. Jika postingannya pendek mungkin bisa ditolerir. Tapi kalau postingannya panjang dan lebih dari 10 posting, itu menyulitkan pengunjung. Ditambah lagi, sesuai dengan tips SEO, postingan bisa dianggap duplicate content dari homepage, karena isinya sama. Nah, dengan ditambahkan READ MORE, hanya sebagian posting yang akan tampil di homepage (seperti blog ini). Untuk menambahkan READ MORE, pada saat menulis posting, klik tool yang iconnya seperti ini Read more atau dalam kode
  4. Tanpa widget kategori
    Widget kategori berfungsi memudahkan pengunjung mencari tulisan dalam kategori yang sama, juga memberikan keuntungan secara SEO, yaitu sebagai text link.
  5. Asesoris yang berlebihan
    Website memang lebih indah jika dilengkapi asesoris seperti jam, peta pengunjung, pagerank, pengunjung terakhir, atau yang lain. Namun jika terlalu banyak akan membuat blog terlalu lama loadingnya! Ini tidak disukai orang yang mengakses.

Kesalahan yang berhubungan dengan topik

  1. Jarang posting
    Jelas banget kalau jarang posting, pengunjung akan berkurang. Idealnya posting sehari sekali (Untuk Bang Oka). Saya berusaha sepekan sekali update. Kalau bisa sepekan 2 atau 3 artikel.
  2. Isinya cuma berisi curhatan
  3. Jika ingin menulis blog sebagai catatan harian yang bisa diakses di mana saja, itu memang nggak masalah, namun jika menulis blog agar dibaca orang lain, ini menjadi masalah. Blog tidak akan dikunjungi orang jika hanya berisi curhatan pribadi (kecuali oleh pacar atau pengagum gelap Anda). Ada pengecualian lagi, jika orang terkenal seperti Budi Rahardjo (ahli IT) atau Dian Sastro, biarpun blognya banyak curhatan dan ide pribadinya, tetap saja menarik minat banyak orang. Tetapi pendapat ini kontroversial alias ada sebagian bloger yang tidak setuju.
  4. Topik terlalu luas
    Pengunjung setia blog, biasanya karena mereka tertarik akan topik-topik tertentu. Misalnya blog yang fokus ke topik tips, trik, dan tutorial komputer. Ada juga blog yang mengkhususkan topik lagi, misalnya Tutorial Adobe Photoshop, atau Tutorial Membuat Blog. Beberapa blog dengan topik yang sangat unik dan khusus, sukses menjadi Top Blog di WordPress.com
  5. Memposting topik yang menyimpang
    Jika sudah menentukan topik, konsistenlah dengan topik tersebut. Misalnya situs seputar hukum dan agama, maka janganlah memposting tentang beasiswa.

Kesalahan yang berhubungan dengan isi atau konten

  1. Isi tidak berbobot
    Isi website yang bagus, ditulis dengan penjelasan yang lengkap. Kalau ada analisis, metodenya memang benar. Kalau ada tutorial, dijelaskan secara gamblang. Jika suatu saat ada yang berkunjung ke blog dan menemukan konten tidak berbobot (misalnya ditulis asal-asalan), maka pengunjung enggan datang lagi.
  2. Salah ejaan atau tata bahasa
    Biasanya salah menulis ejaan karena terburu-buru. Misalnya saat mau menulis “kemudian” menjadi “komedian”. Bisa salah arti kan? Tata bahasa juga perlu diperhatikan, namun ini tidak mutlak, ada blog yang sengaja ditulis dengan bahasa gaul karena target pembacanya juga remaja dan orang muda.
  3. Copy-paste
    Menulis blog dengan modal copy-paste adalah tidak etis dan melanggar hak cipta atau melanggar hukum. Semua tulisan yang merupakan karya asli penulis, baik di buku, koran, ataupun blog, dilindungi hak cipta. Jika penulis asli menuntut, maka bisa didenda (150 Juta Rupiah). Khusus untuk blog ini, isinya tutorial gratis, namun gratis bukan berarti bebas disebarluaskan! Tetapi gratis dibaca dan boleh dikutip asalkan membuat link ke arah artikel yang menjadi acuan/sumber.
  4. Tanpa referensi
    Jika artikel membahas topik yang sulit, sebaiknya menyebutkan referensi atau sumber tulisan. Apalagi jika benar-benar mengutip artikel orang lain, seharusnya menyebutkan referensi. Dalam menulis konten, bisa membuat link untuk mengacu pada referensi.
  5. Sombong
    Menulis bukan berarti lebih tahu dari pembaca. Penulis yang baik, selalu merendah, namun tidak merendahkan diri. Jika menjumpai penulis blog dengan gaya bahasa yang sombong, tentu malas membacanya kan?
  6. Terlalu merendahkan diri atau kurang PD
    Pengunjung akan respect jika konten ditulis dengan percaya diri. Untuk menulis tentang fakta, misalnya kejadian yang lagi hot, hindari kata “mungkin”, “kalau tidak salah”. Juga tidak perlu menuliskan kata-kata, “sebelumnya saya minta maaf kalau isi blog saya tidak benar“. Pengunjung akan menganggap blog tidak profesional dan bukan ditulis orang yang ahli di bidangnya.
  7. Posting hanya berisi gambar
    Posting yang hanya berupa gambar, tidak Search Engine Friendly, karena search engine hanya bisa mengindeks teks. Sebaiknya menulis artikel di blog berisi minimal 500 kata.
  8. Posting yang terlalu pendek atau terlalu panjang
    Posting yang terlalu pendek tidak disukai oleh search engine, ini mengakibatkan blog berada pada urutan bawah ketika orang mengetikkan kata kunci di google atau yahoo. Sebaliknya, posting yang terlalu panjang menyebabkan halaman tidak diindeks seluruhnya oleh search engine. Untuk artikel yang panjang, bisa membuat artikel berseri.
  9. Tanpa kategori, tanpa tag, atau terlalu banyak kategori dan tag
    Menulis blog tanpa kategori dan tanpa tag biasanya disebabkan karena lupa. Tag dan kategori berguna sebagai incoming link atau sebagai keyword. Terlalu banyak tag atau kategori juga berbahaya karena bisa dianggap massive domain interlinking dan menurunkan ranking blog.
  10. Terlalu banyak iklan
    Blog atau website yang terlalu banyak iklan, menyebabkan pengunjung merasa terganggu, karena pengunjung membuka website adalah untuk mencari informasi kan? Bukan membaca iklan. Apalagi jika ada pop-up window yang muncul. Kecuali membuat blog khusus untuk iklan atau menawarkan produk.
  11. Berisi hoax atau berita bohong
    Sebelum menulis sebuah informasi, pastikan sudah mengecek kebenaran informasi tersebut. Jangan sampai memposting hoax atau berita yang didapat dari surat berantai, atau informasi yang berisi penipuan yang belum tentu jelas benar atau salah. Blog yang mengklarifikasi atau mengkritik hoax, tidak termasuk dalam kesalahan yang dimaksudkan penulis.
  12. Menggunakan gambar dengan ukuran file yang terlalu besar
    Gambar dengan ukuran file yang besar akan membuat lama pada saat pengunjung membuka blog. Pernahkah membuka alamat web yang nggak muncul-muncul isinya? Pasti kesel kan? Untuk masing-masing gambar sebaiknya tidak lebih dari 30kb. Bisa memperkecil ukuran file gambar (dan ukuran gambarnya juga) dengan software Adobe Photoshop atau Light Image Resizer.
  13. Menginformasikan crack, serial number atau keygen
    Sebaiknya tidak memposting artikel yang berisi crack, serial, atau keygen suatu software. Hal ini melanggar hukum dan bisa dituntut di pengadilan oleh pembuat software. Hal ini juga menyalahi term of service atau perjanjian waktu pertama kali membuat blog, resikonya, blog akan dihapus.
  14. Memasang virus
    Paling tidak Oka menemukan sebuah blog yang menginstall virus ketika dibuka. Ada juga blog yang isinya program yang seolah-oleh berguna, padahal virus. Selalu gunakan antivirus dan update secara teratur.

Sumber artikel dari Oka Mahendra di http://tutorialgratis.net/ atau http://tutorialgratis.wordpress.com/, yang saya edit sedikit biar tidak terlalu panjang :)

Tulisan ini bukan dimaksudkan agar Anda ragu untuk membuat blog. Memulai belajar membuat artikel yang menjadi konten orisinal dan meminimalisir sedikit mungkin kesalahan dalam mengelola situs. Keep blogging..

Share to : Facebook | Twitter | Digg | Google | Technorati | Stumbleupon | Delicious | Reddit |

Artikel terkait :

Random Posts :

1 Comments.

  1. Wah,, harus diingat nih. Soalnya saya masih baru di dunia blog.

Leave a Comment