Home » Archive by category "Pendidikan" (Page 2)

Category Archives: Pendidikan

Kemampuan Anak Berpikir Abstrak

Proses pendidikan anak usia dini menjadi pondasi membentuk karakteristik mental anak. Kemampuan seorang anak berpikir masih sangat terbatas, diperlukan kiat-kiat khusus agar anak dapat belajar dengan cepat mengenal lingkungannya. Orang tua seharusnya mengerti dan menyadari keterbatasan anak untuk mengetahui hal-hal yang bersifat abstrak. Bagaimana kiat-kiat pendidikan untuk anak kecil mengenal hal yang abstrak? Berikut tutorialnya.

Pendidikan Multikultural Dalam Al Qur’an

Pendidikan Multikultural Dalam Al Qur’an. Pendidikan multikultural pada dasarnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, khususnya al-Qur’an yang menjadi sumber hukum agama Islam. Keanekaragaman yang ada justru menjadi kekayaan intelektual untuk dikaji, sebagaimana beberapa ayat al-Qur’an yang menjelaskan hal tersebut. Dengan pendidikan multikultural diharapkan setiap individu atau kelompok bisa menerima dan menghargai setiap perbedaan, hidup berdampingan dengan damai dan tenang. Sehingga terbentuk sebuah negara dan bangsa yang damai dan sejahtera.

Orang Tua Mendidik Tanpa Sadar

Dengan usia 1-2 tahun anak perlu pengawasan terus-menerus. Sambil mengawasi anak, orang tua melakukan aktifitas. Aktifitas orang tua terkadang tanpa sadar telah mendidik anak melakukan suatu perilaku yang berbahaya. Suatu saat tentu anak akan meniru aktifitas tersebut, walaupun berbahaya (karena belum tahu tentang bahaya). Contoh kongkrit: tidak sedikit rumah tangga yang mempunyai kolam di dalamnya. Fungsi kolam bermacam-macam, sebagai hiasan berisi ikan atau bisa juga sebagai tempat mencuci (sepeda motor, lap dll).

Biarkan Anak Bangun Sendiri Setelah Terjatuh

Saat bermain seorang anak terjatuh tentu sudah menjadi hal yang biasa. Setiap kali terjatuh mayoritas anak menangis. Dari sekian banyak anak saat terjatuh tidak menangis hanya sedikit. Bagaimana kiat seorang anak yang terjatuh agar tidak menangis? Berikut ini kiat sederhananya. Saat anak terjatuh, jangan kita lihat dan jangan pula memberi perhatian terhadapnya. Palingkanlah muka kita melihat hal lain, pura-pura tidak melihat anak terjatuh. Biarkan anak bangun sediri, jangan kita tolong. Apabila anak merintih-rintih kesakitan, acuhkan saja, panggilah untuk mengalihkan perhatiannya. Untuk mengalihkan perhatiannya bisa anda suruh melihat, mengambil atau mencermati sesuatu. Pokoknya jangan melihat ke arahnya. Apabila anak masih merintih, tidak juga lekas bangun, maka dekati anak, sambil ajukan pertanyaan yang dapat mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit, seperti ucapan :