Home » Pendidikan » Makalah » Hakikat Metode Pembelajaran

Hakikat Metode Pembelajaran

Makalah tentang seputar pendidikan ini memaparkan tentang hakikat metode pembelajaran. Metode pembelajaran sebagai salah satu komponen pendidikan perlu dipahami oleh guru agar proses pembelajaran di kelas dapat berlangsung dengan baik. Ruang lingkup pembahasannya meliputi pengertian metode dan kedudukan metode dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Juga tersedia untuk download file Office Word.

HAKIKAT METODE PEMBELAJARAN

A. Pendahuluan

Lembaga pendidikan sebagai ujung tombak untuk mencerdaskan bangsa, sudah selayaknya untuk secara terus-menerus mengikuti perkembangan zaman, sehingga peserta didik mempunyai bekal yang cukup untuk bersaing dalam era global. Mulai dari managemen pendidikan, kurikulum, strategi, metode, ataupun evaluasi perlu untuk ditingkatkan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. sesuai dengan kebutuhan siswa yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara satu siswa dengan siswa lainnya.

Metode pembelajaran sebagai salah satu komponen pendidikan perlu dipahami oleh guru agar proses pembelajaran di kelas dapat berlangsung dengan baik. Karena dengan memiliki pengetahuan yang luas tentang metode, guru dapat memilih metode yang tepat untuk suatu materi (kompetensi) yang akan dipelajari atau dicapai oleh siswa. Pemilihan metode yang tepat akan sangat membantu siswa dalam proses pembelajaran di kelas.

Oleh karena itu menjadi penting untuk menulis makalah yang mendeskripsikan tentang hakikat metode pembelajaran yang berkembang dalam dunia pendidikan.

Makalah ini memaparkan tentang hakikat metode pembelajaran, maka untuk memudahkan dan memahami penulisan makalah ini, penulis membatasi pembahasannya yang meliputi pengertian dan kedudukan metode dalam proses pembelajaran.

B. Pengertian Metode

Metode secara harfiah berarti “cara”. Menurut Ricard Tardif yang dikutip Muhibbin Syah, metode ialah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa (Muhibbin Syah, 2002: 201).

Metode adalah seperangkat cara, jalan dan teknik yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabi mata pelajaran (Ramayulis , 2010: 185). Metode adalah suatu cara dan siasat penyampaian materi pelajaran tertentu dari suatu mata pelajaran agar siswa dapat mengetahui, memahami, mempergunakan dan dengan kata lain menguasai bahan pelajaran tersebut (Zakiah Daradjat, dkk., 2008a: 1). Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2010: 46).

Masalah metode ini dapat dilihat secara sempit dan dapat pula secara luas. Secara sempit, arti metode hanya menyangkut mata pelajaran yang akan diajarkan dan cara pengelolaannya yang terbatas (Zakiah Daradjat, dkk.., 2008b: 59). Dalam pengertian yang lain metode adalah cara yang sudah teruji bila digunakan bagi obyek pekerjaan tertentu hasilnya akan lebih baik (lebih efektif dalam mencapai tujuan) dan prosesnya relative lebih cepat (efisien) (Ahmad Janan Asifudin, 2010: 132).

Arti metode secara luas ini menyangkut dengan banyak nilai yang akan ditegakkan, seperti nilai mata pelajaran, sikap dan karakter yang akan dibangun, pengaruh kehidupan demokrasi, nilai-nilai masyarakat, dan semua masalah yang berkaitan dengan situasi khusus (Daradjat, dkk., 2008b: 1). Metode pendidikan dalam implementasinya tidak lepas dan mencakup istilah-istilah “serumpun” lainnya (cara, strategi, pendekatan, teknik, seni). Masing-masing metode saling membantu dan melengkapi secara integrative (tidak terpisah) (Asifudin, 2010: 132).

Disinilah peranan penting guru dalam mengelola kelas yang diasuhnya. Menciptakan kelas menjadikan sebuah tempat belajar yang kondusif, berkesan dan menyenangkan, sehingga siswa benar-benar memperoleh materi pelajaran dan dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya secara maksimal. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat, bersifat dinamis sesuai dengan materi pelajaran dan selaras perkembangan sains dan teknologi serta memahami karakteristik siswa mutlak dilakukan. Agar dalam proses belajarnya siswa merasa “fun”, tidak merasa terbebani dan dapat menguasai kompetensinya. Siswa tidak hanya dijadikan obyek pendidikan, akan tetapi lebih dari itu yaitu menjadi subyek yang aktif untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuannya (skill) dalam proses pembelajaran di kelas (Yusuf Fahrurrozi, 2011).

Oleh karena itu, agar tujuan pendidikan tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan, maka perlu mengetahui dan mempelajari beberapa metode pembelajaran, serta dipraktekkan pada saat proses pembelajaran di kelas.

C. Kedudukan Metode dalam Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran di kelas melahirkan interaksi antara guru dan siswa. Dimana interaksi tersebut merupakan sebuah proses dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Agar tujuan yang hendak dicapai dapat berjalan dengan baik sesuai dengan konsep awal, maka guru sebagai pendidik profesional berusaha mengelola kelas yang diampunya dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, guru sewajarnya jika mengetahui dan memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen pendidikan yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan proses pembelajaran.

Kedudukan metode dalam proses pembelajaran ada tiga, yaitu sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pembelajaran, dan sebagai alat untuk mencapai tujuan (Djamarah dan Zain, 2010: 72).

1.Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik

Menurut Sardiman A.M. yang dikutip Djamarah dan Zain, motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Karena itu, metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar seseorang (Djamarah dan Zain, 2010: 73).

Dalam praktiknya di kelas, guru memilih dan menggunakan metode berdasarkan situasi dan kondisi di kelas (sesuai kebutuhan). Karakteristik dan jumlah siswa mempengaruhi penggunaan metode. Sehingga guru memilih menggunakan beberapa metode dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini bertujuan untuk menghindari rasa bosan dan jenuh bagi siswa jika hanya menggunakan satu metode saja, dimana proses pembelajaran cenderung menjadi kaku dan membosankan.

Untuk memilih metode yang tepat dalam mendidik siswa adalah dengan menyesuaikan metode dengan kondisi psikis siswa, guru berusaha agar materi pelajaran yang diberikan kepada siswa mudah diterima. Guru memikirkan metode-metode yang akan digunakan, seperti juga memilih waktu yang tepat, materi yang cocok, pendekatan yang baik, efektivitas, penggunaan metode dan sebagainya (Ramayulis , 2010: 191). Memilih menggunakan beberapa metode pembelajaran, karena bahwa semua metode ada kebaikan dan kelemahannya (Djamarah dan Zain, 2010: 72). Tidak satupun metode pembelajaran yang dapat dipandang sempurna dan cocok dengan semua pokok bahasan yang ada dalam setiap mata pelajaran (Muhibbin Syah, 2002: 202). Sehingga tidak bisa hanya memilih satu metode saja yang dipakai. Ketepatan memilih dan menggunakan metode inilah yang termasuk mempunyai andil besar agar proses pembelajaran di kelas dapat berlangsung dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan.

2. Metode Sebagai Strategi Pembelajaran

Setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Baik dalam hal intelegensi, gaya belajar, daya tahan belajar, minat, motivasi dan sebagainya. Dengan keragaman latar belakang tersebut, maka diperlukan strategi pembelajaran yang tepat, salah satunya dengan menggunakan metode yang sesuai.

3. Metode Sebagai Alat untuk Mencapai Tujuan

Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Tujuan adalah pedoman yang memberi arah ke mana proses pembelajaran akan dibawa (Djamarah dan Zain, 2010: 74). Tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan tidak akan pernah tercapai jika komponen-komponen pembelajaran tidak terpenuhi. Salah satunya adalah komponen metode.

Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan metode secara tepat dan akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran (Djamarah dan Zain, 2010: 75).


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Janan Asifudin, Mengungkit Pilar-pilar Pendidikan Islam (Tinjauan Filosofis), cet. ke-2, Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga, 2010.

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, cet. ke-7, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002.

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, cet. ke-8, Jakarta: Kalam Mulia, 2010.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, cet. ke-4, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010.

Yusuf Fahrurrozi, “Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam”, dalam Website http://fahrurrozi.com/kompetensi-guru-pendidikan-agama-islam/, tanggal 6 Mei 2011.

Zakiah Daradjat, dkk., Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, cet. ke3, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008a.

______, Metodologi Pengajaran Agama Islam, cet. ke-3, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008b.


Download makalah Hakikat Metode Pembelajaran

Klik di sini File Office Word melalui di 4shared (RAR/23 kb).
dengan password: makalahbersama

Share to : Facebook | Twitter | Digg | Google | Technorati | Stumbleupon | Delicious | Reddit |

Artikel terkait :

Random Posts :

Leave a Comment