Home » Komputer » Windows » Mengembalikan (Repair) Program Windows Melalui System Restore

Mengembalikan (Repair) Program Windows Melalui System Restore

Pada artikel Loading Komputer Lambat, komputer saya ada yang error, saat booting menjadi lama, perkiraan saya karena antivirus AVG dan Antivir (Avira) yang berusaha mencari update-an. Setelah googling beberapa hari tidak menemukan cara untuk memecahkan masalah tersebut. Secara kebetulan komputer yang satu setelah menginstal sebuah program juga menjadi lambat kerjanya. Akhirnya saya menggunakan fitur System Restore bawaan Windos XP untuk mengembalikan setting komputer. Jadi apabila ada yang crash/ masalah dengan komputer, gunakan saja System Restore untuk mengembalikan seperti semula. Berikut tutorialnya.

Dari Start MenuAll ProgramAccessoriesSystem ToolsSystem Restore. Akan tampil jendela System Restore, pilih Restore my computer to an earlier time, kemudian klik Next.

Pada jendela Select a restore point pilih tanggal perkiraan komputer mulai crash/ error. Tanggal untuk restore point tertulis dengan cetak tebal. Kalau ingin merestore beberapa bulan sebelumnya, klik panah di sebelah kiri nama bulan. Cari tanggal restore point yang tercatat komputer.

Pada kolom 2 di sebelah kanan kalender, catatan restore point pada tanggal tersebut, anda bisa memilih salah satunya jika yakin awal mulainya kerusakan Windows.

Setelah itu pilih Next sampai selesai. Proses restore komputer akan restart/reboot sendiri, tunggu saja sampai selesai ditandai dengan munculnya tulisan succesfull (atau kata lain, saya lupa).

Catatan :

1. Sebagai langkah hati-hati, maka sebelum install sebuah program/aplikasi tertentu sebaiknya kita membuat restore point terlebih dahulu, karena tidak semua program membuat restore point. Atau kalau kita ingin mengutak-atik komputer, sebaiknya buat restore point terlebih dahulu, apabila terjadi sesuatu yang crash dan tidak tahu/ ingat letak kesalahannya, tinggal kita restore.

Untuk membuta restore point, caranya: klik Start MenuAll ProgramAccessoriesSystem ToolsSystem Restore. Pilih Create a restore point, kemudian Next. Pada kolom Restore point description beri nama sesuka anda, selanjutnya klik tombol Create. Restore point sudah anda buat.

2. Apabila komputer terdiri dari beberapa partisi (drive), misalnya C, D, E dan seterusnya, maka agar kinerja komputer tetap cepat sebaiknya drive selain C system restore-nya di non-aktifkan.

Caranya klik kanan My Computer pilih Properties. Pada jendela System Properties pilih tab System Restore. Pilih selain drive C, misalnya klik drive D kemudian klik tombol Setting di sebelah kanannya, beri centang pada pada Turn off system restore on this drive, kemudian Ok. Lakukan hal yang sama pada drive yang lain (tergantung jumlah partisi/drive komputer anda).

Dengan membiasakan membuat restore point sebelum mencoba setting PC/laptop, maka ketika tiba-tiba terjadi sesuatu yang error, bisa dikembalikan seperti semula. Selain itu, dalam jangka waktu tertentu, jika system restore diaktifkan, maka secara otomatis sistem akan membuat restore point (create) secara berkala.

Cara di atas hanya untuk XP, sedangkan system restore Windows 7 ada beberapa perbedaan settingan, maka tutorial saya pisah agar tidak menjadi rancu, agar lebih mudah dipahami. Demikian saja, maaf, terima kasih dan semoga bermanfaat.

Share to : Facebook | Twitter | Digg | Google | Technorati | Stumbleupon | Delicious | Reddit |

Artikel terkait :

Random Posts :

Leave a Comment