Home » Pendidikan » PAUD » Orang Tua Mendidik Tanpa Sadar

Orang Tua Mendidik Tanpa Sadar

Dengan usia 1-2 tahun anak perlu pengawasan terus-menerus. Sambil mengawasi anak, orang tua melakukan aktifitas. Aktifitas orang tua terkadang tanpa sadar telah mendidik anak melakukan suatu perilaku yang berbahaya. Suatu saat tentu anak akan meniru aktifitas tersebut, walaupun berbahaya (karena belum tahu tentang bahaya). Contoh kongkrit: tidak sedikit rumah tangga yang mempunyai kolam di dalamnya. Fungsi kolam bermacam-macam, sebagai hiasan berisi ikan atau bisa juga sebagai tempat mencuci (sepeda motor, lap dll).

Terkadang kita dalam melakukan aktifitas mengabaikan pembelajaran anak dengan segala sesuatu yang dilihat, dirasakan dan didengar. Untuk lebih praktis sekedar cuci tangan atau kaki kita langsung memasukkan tangan atau kaki ke dalam kolam (tempat yang terdekat, karena kalau ke kamar mandi terlalu jauh). Mencuci perabotan mengambil air dari kolam. Memberi makan ikan dengan mendekat ke pinggir kolam atau malah kadang memasukkan tangan yang berisi makanan ikan ke dalam kolam.

Lha lain hari kita melihat anak bermain-main dekat kolam (bahkan tangannya digerak-gerakkan ke dalam kolam. Secara spontan umumnya orang tua akan memperingatkan anak atau malah melarang bermain-main air kolam. Orang tua khawatir anak tercebur, atau khawatir masuk angin karena bermain air dll.

Padahal anak hanyalah meniru aktifitas orang tua yang pernah dilihatnya. Salahkah anak meniru perilaku orang tua? Tentu tidak salah, kan? Orang tua berpikir mereka melakukan hal itu karena bisa menjaga diri, berenang dll. Sedangkan anak tidak boleh melakukan seperti yang dikerjakan orang tua karena berbahaya.

Padahal kalau kita kritis, apakah anak tahu bahwa pekerjaan itu hanya boleh untuk orang tua? Tentu anak belum tahukan?

Apakah anak tahu resiko bermain dekat kolam kalau sampai tercebur? Tentu anak tidak tahu. Apakah salah apabila seorang anak meniru orang tuanya memberi makan ikan dengan memasukkan tangannya ke dalam air? Ya jelas tidak salah, manusia pada awal kehidupannya serba meniru, seperti meniru berjalan, bicara, bekerja, membuat rumah dll (termasuk kita kan?).

Antisipasinya: JANGAN MELAKUKAN SESUATU YANG BERBAHAYA BAGI ANAK DIHADAPANNYA, kalau tidak boleh menirukan hal tersebut.

Ada seorang rekan yang sering memarahi (kadang disertai cubitan) anaknya bermain di kolam. Padahal ia sendiri yang memberi contoh seperti itu. Karena iba dengan si anak yang kerap dimarahi, penulis menjelaskan bahwa yang mengajari tidak lain dirinya sendiri, si anak hanya meniru. Solusi anak agar tidak bermain-main air lagi; kolam di tutup atau suatu saat pas bermain anak tercebur biarkan gelagapan minum air, asal jangan sampai mati (he..he..kalau tidak tercebur ya dorong saja…he..he…).

Sekarang anda pilih yang mana, tidak mengajari anak melakukan sesuatu yang berbahaya atau ingin menyengsarakan anak ketahuan tercebur ke kolam (lha kalau tidak ketahuan…..)

Jangan asal marah atau melarang, karena kita sendiri yang mengajarinya, dan anak……

TIDAK TAKUT RESIKO (bukan karena berani) KARENA BELUM TAHU “BAHAYANYA”

Share to : Facebook | Twitter | Digg | Google | Technorati | Stumbleupon | Delicious | Reddit |

Artikel terkait :

Random Posts :

Leave a Comment