Home » Komputer » Windows » Penyebab Windows Gagal Deteksi Drive Harddisk

Penyebab Windows Gagal Deteksi Drive Harddisk

Drive atau partisi harddisk komputer tidak terdeteksi/terbaca Windows, baik Win XP maupun Windows 7. Terjadi pada saat untuk installasi maupun kegiatan rutin maintenance komputer dengan program backup dan sebagainya. Secara tidak sengaja saya menemukan permasalahan tersebut dan Alhamdulillah juga sekaligus menemukan solusinya dari permasalahan partisi harddisk tidak terdeteksi Windows. Barangkali dari peristiwa tersebut juga berguna bagi siapa saja yang membacanya.

Kejadian ini sudah beberapa waktu yang lalu, ingin sekali membuat artikel untuk sharing pengalaman, siapa tahu ada manfaatnya, karena menjadi sebuah pembelajaran bagi saya pribadi ngutek-utek komputer. Singkat cerita pada saat menginstall sebuah program anti virus (free) ke laptop teman yang baru beli, ternyata prosesnya tidak lancar, macet total di tengah-tengah. Akhirnya Windows 7 ngadat (hang) tidak berjalan. Ditunggu sampai hampir 45 menit tidak ada perubahannya sama sekali. Cara paling praktis (karena sudah capek menunggunya) laptop akhirnya dimatikan paksa, dan sukses ;)

Untuk memperjelas masalah yang timbul, harddisk laptop saya buat menjadi 3 (tiga) partisi. Local Drive (C) untuk OS Windows 7, Drive (E) dan drive (F) tempat menyimpan data. Salah satu alasan menjadi tiga partisi, silahkan baca artikel cara install Windows 7 tidak lupa juga membuat kapasitas berbeda, silahkan baca saja tutorialnya.

Program anti virus berada pada Drive (D) saat di install ke komputer, ternyata menimbulkan error sehingga system komputer crash (tidak tahu penyebab pastinya) dan tidak ada yang bisa diapa-apakan. Untuk membuka Windows Task Manager juga tidak bisa, lha mouse-nya juga turut mogok kerja. Melalui keyboard untuk “salam tiga jari” (Ctrl+Alt+Del) untuk akses Task Manager ternyata juga tidak ada tanda-tanda koneksi sama sekali.

Setelah laptop “dibunuh” paksa, kemudian dihidupkan lagi, install ulang program anti virus berjalan lancar. Termasuk beberapa program lainnya seperti CCleaner untuk bersih-bersih ‘sampah’ Windows, software multimedia dan lain-lain, semua lancar. Beberapa kali restart atau reboot (bedanya apa ya kedua kata tersebut :lol: ) Windows Seven bekerja dengan wajar, (baca juga tips pilih program agar komputer loading cepat).

Setelah semua beres, tiba waktunya untuk memaksimalkan kembali Win Seven agar tetap cepat loading, salah satunya dengan defragmenter. Lha yang bikin terkejut, partisi (D) ternyata tidak bisa di-defrag, error. Kemudian mencoba cleanup, juga tidak bisa. Senjata andalan untuk pengelolaan komputer, yaitu program Hiren’s BootCD juga gagal mendeteksi partisi D. Program-program lainnya yang ada dalam Hiren’s BootCD untuk manajemen partisi juga hasilnya sama, tidak bisa apa-apa (drive tetap tidak terbaca), padahal yang lainnya normal. Coba format juga tidak bisa. Masuk ke Windows melalui Disk Management gagal mem-format drive (D). Sempat bingung juga karena tidak tahu penyebabnya.

Pada saat “berjuang” tersebut, menemukan pesan bahwa ada program anti virus yang masih aktif berjalan, sehingga dari lokasinya drive D terkunci ke system Windows….. Nah baru deh sadar, jadi penyebanya itu. Hasilnya mau tidak mau akhirnya backup semua data, kemudian melalui program gratis Hiren’s menggunakan DiskGenius, untuk Delete All Partition. Hasilnya pekerjaan berjam-jam sia-sia :( Semua harus mulai dari awal lagi, capek deh….

Dari kejadian tersebut saya baru sadar, karena kebetulan komputer saya baru, saya menjalankan program Norton Ghost untuk backup Windows, sangat lancar, berbeda dengan komputer (harddisk) yang lama. Sering kali ketemu komputer orang lain, ketika akan backup dengan Ghost, muncul peringatan unmount drive, inilah salah satu penyebabnya, karena ada sebuah file yang terkunci dengan system, tidak sempurna proses bekerjanya (atau apa istilahnya, saya kurang mengerti).

Cara install program yang aman

Dari pengalaman di atas, ada beberapa hal yang bisa saya ambil sebagai hikmah atau pelajaran:

  1. Untuk menginstall program, file installernya saya copy-paste dulu ke drive tempat Windows, tentunya hal ini untuk berjaga-jaga dari permasalahan seperti di atas, toh semua ini demi “kesehatan” operating system Windows. Kalau sudah selesai menginstall programnya, langsung delete file yang di drive Windows.
  2. Saat install sebuah program, usahakan komputer jangan terlalu banyak untuk pekerjaan lain-lain, misalnya mencangkul atau belanja :) biarkan komputer konsentrasi proses pemasangan software, khususnya program-program yang berat, hal ini untuk menghindari system corrupt atau crash.
  3. Melindungi komputer dengan program pembeku, misalnya Deep Freeze, sehingga dapat meminimalisir setiap kerusakan pada program Windows dan lain-lain.

Konklusi: salah satu penyebab Windows tidak bisa mendeteksi partisi harddisk karena adanya program atau system yang masih aktif bekerja, artinya tidak pernah bisa selesai dalam proses tersebut, sehingga menjadi system yang corrupt/error. Bagi ahli pemrograman tentunya hal ini tidak masalah, buka registry, diedit, masalah selesai… Kalau saya yang belum ngerti banyak tentang komputer, sempat keringet duingin, lha laptop orang lain, masih baru lagi :roll: Demikian dulu ya, terima kasih dan mohon maaf atas kekurangannya…

Share to : Facebook | Twitter | Digg | Google | Technorati | Stumbleupon | Delicious | Reddit |

Artikel terkait :

Random Posts :

1 Comments.

    Leave a Comment

     

    Trackbacks and Pingbacks: