Home » Posts tagged "Anak kecil"

Tag Archives: Anak kecil

Hindari Membentak Anak Kecil

Orangtua untuk menghindari membentak atau memarahi anak kecil yang berbuat salah. Kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan anak karena pemahaman yang masih terbatas, atau bisa jadi karena bermula dari orangtua yang salah memberikan arahan pendidikan. Sebaiknya rasa marah dan main bentak terhadap anak kecil dibuang jauh, agar tumbuh menjadi anak-anak yang taat dan patuh kelak setelah dewasa.

Kebenaran Diri Orang Tua

Seorang anak bermain pisau kecil. Bapaknya sudah melarang untuk tidak bermain dengan pisau, karena berbahaya, dapat melukai dirinya sendiri. Berulangkali bapaknya memperingatkan, tetapi anaknya tetap asyik bermain pisau. Dan… pada akhirnya anak tergores pisau, mengeluarkan darah cukup banyak. Dengan menahan marah, bapak memberi pengertian kepada anak, bahwa apa yang diucapkan orangtua selalu benar, dan akan menjadi kenyataan. Dengan kata lain anak harus mematuhi setiap perintah (anjuran/larangan) orangtua. Benarkah?

Mengawasi Anak Bermain Benda Berbahaya

Anak balita usia 10 sampai dengan 24 bulan umumnya belum mengerti benda berbahaya, bagaimana mengatasinya andai ia mengambil piring atau gelas berisi air panas? Kalau kita larang mereka mendekat, artinya kita telah menghambat perkembangan mentalnya. Yang terjadi malah sebaliknya, anak semakin penasaran dengan benda-benda tersebut. Berikut artikel tentang pendidikan untuk anak balita dalam belajar mengenal benda-benda “berbahaya.

Kemampuan Anak Berpikir Abstrak

Proses pendidikan anak usia dini menjadi pondasi membentuk karakteristik mental anak. Kemampuan seorang anak berpikir masih sangat terbatas, diperlukan kiat-kiat khusus agar anak dapat belajar dengan cepat mengenal lingkungannya. Orang tua seharusnya mengerti dan menyadari keterbatasan anak untuk mengetahui hal-hal yang bersifat abstrak. Bagaimana kiat-kiat pendidikan untuk anak kecil mengenal hal yang abstrak? Berikut tutorialnya.

Orang Tua Mendidik Tanpa Sadar

Dengan usia 1-2 tahun anak perlu pengawasan terus-menerus. Sambil mengawasi anak, orang tua melakukan aktifitas. Aktifitas orang tua terkadang tanpa sadar telah mendidik anak melakukan suatu perilaku yang berbahaya. Suatu saat tentu anak akan meniru aktifitas tersebut, walaupun berbahaya (karena belum tahu tentang bahaya). Contoh kongkrit: tidak sedikit rumah tangga yang mempunyai kolam di dalamnya. Fungsi kolam bermacam-macam, sebagai hiasan berisi ikan atau bisa juga sebagai tempat mencuci (sepeda motor, lap dll).