Cara Memberi Pengertian Kepada Anak Tentang Suatu Hal Yang Berbahaya

childMaaf, judulnya tidak karuan, karena saya sampai bingung membuatkan judul untuk sebuah kejadian agar menjadi sebuah pembelajaran kepada anak saya tentang makanan yang baik dan buruk (basi atau kadaluwarsa) tanpa mengesampingkan keinginan hatinya. Ceritanya saat sekeluarga belanja, anak saya menemukan makanan kesukaanya. Sudah menjadi kebiasaan bagi kita memeriksa tanggal kadaluwarsa, agar makanan yang kita konsumsi benar-benar masih baik dan bergizi. Ternyata makanan kesukaannya sudah tidak layak konsumsi/ kadaluwarsa. Saya katakan kepadanya makanan sudah tidak baik, kalau dimakan berbahaya.

Awalnya anakku tetap ingin membelinya, tetapi setelah saya jelaskan panjang lebar dengan lemah lembut akhirnya ia bisa mengerti dan tidak jadi mengambil snack favoritnya (walaupun sebenarnya saya tidak tega, karena dia menjadi murung).

Setelah sekian waktu yang cukup lama memilih-milih barang yang dibutuhkan, ternyata tanpa sepengetahuanku, istriku malah yang mengijinkan ia mengambilnya (istri tidak tahu kalau sudah kadaluwarsa). Anakku lupa atau mengabaikan kata-kata bapaknya. Saat sampai rumah, saya kaget karena dia sudah memegang makanan kadaluwarsa tadi.

Waaah, jadi masalah nih, pikirku. Karena tidak ingin anakku keracunan makanan tersebut, maka saya jelaskan lagi makanan tersebut tidak baik untuk dimakan karena sudah basi, berbahaya kalau dimakan. Saya katakan kepadanya, secara prinsip boleh memakannya, kalau makanan tersebut masih baik. Karena sudah kadaluwarsa / tidak baik maka jangan dimakan (sekaligus menambah wawasan anak tentang arti kadaluwarsa=buruk=berbahaya). Saya berusaha mengambil makanan tersebut tidak dengan cara merebut, karena kuatir dia malah akan kecewa berat, padahal belum memahami arti makanan yang sudah tidak baik untuk dikonsumsi. Akhirnya setelah memberi pengertian yang cukup anakku bisa menerimanya. Saya suruh dia membuang sendiri makanan tersebut ke tempat sampah, untuk merelakan tidak memakannya (agar tidak menangis). Alhamdulillah anakku tidak sedih dan dengan senang hati dia berjalan ke tempat sampah membuangnya.

Hari selanjutnya sepulang kerja saya luangkan waktu membeli makanan tersebut, tentunya memilih yang masih baik. Saya berikan kepada anak, disertai penjelasan secukupnya. Sehingga dari peristiwa tersebut, anakku sudah tahu kalau makanan yang sudah kadaluwarsa = tidak baik dimakan.

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>